"Duduklah di sini, Anisa," kata Fitria dengan ceria sambil melambaikan tangan pada Anisa. Dia tidak menyangka Anisa akan datang mengunjungi kamar rawat inap ibunya. Meskipun begitu ....Anisa tersenyum tipis, lalu mengajukan pertanyaan pada Jesika. "Terima kasih. Tapi ... kamu baik-baik saja? Kamu merasakan sesuatu yang nggak biasa?"Wanita yang lebih tua itu menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja. Mungkin tadi hanya sedikit pusing.""Ibu terlalu memaksakan diri, perawat juga bilang begitu," gumam Fitria sambil mengernyitkan alis.Jesika menjawab dengan tegas, "Nggak masalah, aku lakukan itu demi Jevan. Tapi, beri tahu aku, bagaimana keadaannya? Ada kabar terbaru?""Untuk saat ini, belum ada. Tapi, masa kritisnya sudah lewat, dia sudah keluar dari bahaya. Sebentar lagi dia akan dipindahkan ke kamar rawat inap biasa begitu kondisinya cukup aman," jelas Anisa.Jesika menghela napas lega dan tersenyum penuh rasa syukur. "Syukurlah. Aku sangat senang mendengarnya."Setelah itu, Jesik
Baca selengkapnya