Begitu memasuki apartemen, Selena melepaskan mantelnya dan langsung menuju meja kerjanya yang kecil.Silvia menyambut keduanya dengan ceria dan mulai menyebutkan satu per satu hidangan yang telah disiapkan jika mereka ingin makan.Eli menjawab dengan riang, "Terima kasih. Aku mau coba supnya, aku belum sempat makan. Ibu juga mau sup kaldu ayam?"Selena hanya melirik sekilas ke arah Eli, lalu menggelengkan kepala. "Ibu lelah, kamu saja yang makan, Eli. Dan Silvia, pastikan putriku dirawat dengan baik.""Baik, Bu Selena," balas Silvia."Aku mau istirahat," kata Selena.Selena masuk ke kamarnya, lalu berbaring di atas tempat tidur yang telah dirapikan dengan sempurna. Cahaya hangat dan aroma lembut di ruangan itu menyelimutinya dengan nyaman. Sambil menutup matanya dengan punggung tangan, dia bergumam, "Ah ... menyenangkan sekali. Tapi, aku nggak akan puas hanya dengan ini, Bunawan."Di dalam laci nakas, dokumen-dokumen yang dianggap Selena penting tersusun rapi dan foto-foto lamanya bers
Leer más