"Makan malam sudah siap, Nona Eli. Kamu mau makan sekarang juga?"Mendengar suara Silvia yang disertai dengan ketukan pelan di pintu, Eli tersentak. Dia segera menyelipkan kotak berisi jam tangan yang diberikan Jevan ke bawah selimut, padahal Silvia juga belum tentu akan masuk ke dalam kamarnya. Namun, dia tetap takut ada yang menyadari apa yang sedang dilakukannya sejak memasuki kamar."Nggak, aku belum lapar," jawab Eli dengan suara yang sedikit terlalu keras."Oh, baiklah. Kalau nanti mau makan, tinggal dipanaskan dulu saja," kata Silvia."Iya, Silvia. Terima kasih," balas Eli. Setelah mendengar langkah kaki Silvia yang menjauh menyusuri lorong, dia pun menghela napas lega.Lampu kamar Eli sengaja dibuat redup. Tirai jendela terbuka setengah, membiarkan cahaya lampu kota masuk dan membentuk garis-garis tipis di lantai. Dia duduk di tepi ranjang sambil bersandar pada kepala tempat tidur yang empuk dengan kedua kakinya terlipat rapi. Ponselnya tergeletak di samping dengan layar gelap,
Read more