Kaleb menghela napas pelan. "Aku rasa ... kita nggak punya pilihan lain selain ikuti permainan yang sudah dipaksakan pada keluargaku."Arya mengernyitkan alisnya dengan erat. "Apa maksud Bapak?""Kamu bilang kamu punya personel yang awasi pergerakan aneh dari Hardy, 'kan?" tanya Kaleb."Betul, Pak Kaleb," jawab Arya yang masih belum benar-benar mengerti ke mana arah pembicaraan Kaleb."Tambahkan lebih banyak personel untuk awasi dia," kata Kaleb sambil menunjuk sebuah penanda yang bergerak dan diyakini sebagai posisi Hardy untuk saat ini.Arya menganggukkan kepala dengan tanpa ragu. "Lokasi, waktu, rute, rekaman CCTV di sekitar, semuanya memang dienkripsi, tapi kami sudah berhasil membukanya."Kaleb mempelajari deretan berkas itu. Mulai dari rekaman kamera jalan, transaksi parkir, hingga potongan sinyal ponsel. "Semua ini valid, 'kan?""Tentu saja, seratus persen. Cukup untuk sergap dia kapan pun kita mau," jawab Arya dengan tegas."Bagus. Jangan sentuh dia dulu," kata Kaleb dengan pel
اقرأ المزيد