"Di sebelah? Hanya di sebelah?" tanya Selly yang langsung menoleh tajam. Senyuman di wajahnya memang masih tetap ada, tetapi tatapannya sudah menjadi muram."Benar, Bu. Kamar Nona Eli sudah disiapkan sesuai permintaan, begitu juga dengan kamarmu," jawab pelayan itu dengan tenang.Selly kembali melangkah ke lorong, lalu melirik pintu di seberangnya. Dia menganggukkan kepala sedikit, seolah-olah menerima padahal dia jelas belum merasa puas. Setelah itu, dia kembali menoleh ke arah pelayan itu dan bertanya dengan santai seolah-olah hanya sekadar penasaran, "Kalau kamar Anisa di mana? Dia tinggal di mana?"Pelayan itu ragu sejenak, tetapi cukup lama bagi Selly untuk menangkap keraguan pelayan itu yang seolah-olah berpikir apakah ini sesuatu yang boleh dikatakannya. Dia pun menebak sambil tersenyum tipis. "Kalian dilarang beri tahu aku ya?"Namun, pelayan itu menjawab dengan ragu, "Bukan begitu, Bu Selly. Hanya saja ....""Katakan saja di mana," potong Selly.Pelayan itu menghela napas pela
اقرأ المزيد