Pintu besar berwarna cokelat itu terbuka. Cahaya terang menyambut pandangan Airlea bersama dengan tatapan semua orang yang sudah hadir. Mereka pasti penasaran, bagaimana tampang istri dari seorang Duke perkasa yang tampan seperti Damiane. Seorang putri dari negeri musuh yang dinikahi sebagai piala kebanggaan. Tak sedikit perempuan bangsawan menatap kagum ke arah Damiane, mengabaikan keberadaan Airlea di sisinya. Meskipun begitu, genggaman tangan Damiane semakin kuat pada Airlea. "Tuan Duke, astaga aku tidak menyangka Anda benar datang," ujar Count Agry, seorang pria setengah baya dengan rambut pirang datang menyapa. Di sebelahnya sosok gadis cantik dengan tubuh lebih tinggi dan lebih ideal dari Airlea tersenyum ke arah Damiane. "Aku tidak akan melanggar janji," sambut Damiane. "O-oh, perkenalkan, ini putriku Rania Agry," ucap Count Agry. Pria itu mengenalkan anaknya. Mengabaikan keberadaan Airlea yang sedang digandeng oleh pemuda di depannya. Damiane diam sesaat, lalu mel
Read more