Share

11. Anak Kucing

Author: Aadilry
last update publish date: 2026-01-26 20:57:44
Airlea tidak menyangka jika makanan yang sederhana itu akan menjadi sebuah keajaiban. Setiap hari tanpa bosan Damiane meminta makanan yang dimasak oleh Airlea dan pemuda itu selalu memakan masakan sang istri dengan lahap seolah masakan sederhana itu adalah makanan yang begitu istimewa melebihi masakan koki kediaman Alverd. Kemudian ada hal yang menjadi perkembangan besar menurut Airlea, yaitu adalah Damiane yang setiap kali makan harus dan wajib disuapi oleh Airlea.

Aneh? Tentu saja. Hal baru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   26. Tubuh Rapuh

    Napas Airlea memburu. Berusaha berjalan dengan benar. Tubuh yang terasa sakit dan pegal dia abaikan. Langkah yang tak lihai lagi mulai menapaki tanah perlahan. Berusaha mendapatkan bantuan. Dari kejauhan dia melihat segerombolan orang berjalan ke arahnya. Rasa senang mencuat kala melihat gerombolan orang berkuda itu. Dia mulai berjalan mendekat. Tetapi, fokusnya tertuju pada anak panah dan pedang yang mulai ditujukan ke arah Airlea. Tatap bengis tanpa ampun membuat Airlea sadar jika mereka datang bulan untuk membantu tetapi membunuh.Segera dia berbalik. Berlari secepat mungkin. Mengabaikan semua rasa sakit. Dia harus hidup. Dia harus bertahan. Dia tidak mau cepat mati. Dia masih ingin menikmati kehidupan. Lelah tak terasa, sebab pikiran Airlea hanya kabur.Tetapi, sekeras apa dia mencoba, pasukan itu tampaknya lebih cepat. Dia mulai kehilangan kekuatan. Namun, tampaknya takdir menyayanginya. Seseorang meraih pinggang Airlea dan membawanya ke atas kuda yang sama tepat saat anak pana

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   25. Takdir

    Damiane berdiri di sisi sang istri yang sudah memerah wajahnya karena malu. Seulas senyuman terlihat di wajah tampannya."Aku tidak menyangka jika kau bisa memuji dengan sangat manis," tutur Damiane yang membuat Airlea langsung bergerak bersembunyi di sisi Raicia."Kenapa kau tidak bilang kalau Tuan Duke ada di sini, Cia," bisik Airlea.Raicia hanya tertawa kecil sembari mengusap rambut Airlea. Dia melirik sang kakak yang terus melihat ke arah Airlea. Ada perasaan hangat di hati Raicia melihat perubahan sang kakak. Tetapi, seketika dia tersadar dan alisnya berkerut. Sorot mata gadis itu berubah sedih."Kepalsuan itu terlalu nyata, Damiane," ucap Raicia.Damiane yang menatapi Airlea seketika tertegun. Dia menoleh ke arah Raicia yang sudah menatap datar. Tangan Raicia bergerak seolah menyerahkan Airlea kepada Damiane. Setelah itu barulah ia pergi meninggalkan mereka berdua.Raicia buru-buru pergi. Air matanya tanpa sengaja jatuh. Sakit di hati menjalar dengan cepat. Ada rasa sakit akiba

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   25. Takdir

    Damiane berdiri di sisi sang istri yang sudah memerah wajahnya karena malu. Seulas senyuman terlihat di wajah tampannya."Aku tidak menyangka jika kau bisa memuji dengan sangat manis," tutur Damiane yang membuat Airlea langsung bergerak bersembunyi di sisi Raicia."Kenapa kau tidak bilang kalau Tuan Duke ada di sini, Cia," bisik Airlea.Raicia hanya tertawa kecil sembari mengusap rambut Airlea. Dia melirik sang kakak yang terus melihat ke arah Airlea. Ada perasaan hangat di hati Raicia melihat perubahan sang kakak. Tetapi, seketika dia tersadar dan alisnya berkerut. Sorot mata gadis itu berubah sedih."Kepalsuan itu terlalu nyata, Damiane," ucap Raicia.Damiane yang menatapi Airlea seketika tertegun. Dia menoleh ke arah Raicia yang sudah menatap datar. Tangan Raicia bergerak seolah menyerahkan Airlea kepada Damiane. Setelah itu barulah ia pergi meninggalkan mereka berdua.Raicia buru-buru pergi. Air matanya tanpa sengaja jatuh. Sakit di hati menjalar dengan cepat. Ada rasa sakit akiba

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   24. Suami Sempurna

    Sebelumnya Airlea berpikir jika dia tiba di kediaman Alverd setelah pelarian itu, dia akan dibenci semua orang. Setiap kemungkinan buruk susah menghantui Airlea sebelum dia menginjakkan kaki lagi di kediaman Alverd. Namun, nyatanya tidak seperti itu. Semua orang menyambut Airlea dengan sangat. Bersorai dan tersenyum hangat seperti biasanya. Raicia yang melihat Airlea sudah tiba langsung memeluknya erat. Dia menangis karena rindu dan khawatir."Kau berada di luar sana untuk waktu yang cukup lama, apakah racun itu tidak menyiksamu? Dia tidak kambuh, 'kan?" kata Raicia diiringi pertanyaan yang membuat hati Airlea hangat.Perempuan berambut putih bagai salju di hadapan Raicia mengusap rambutnya. Dia tampak tersenyum lembut. "Aku baik-baik saja, Raicia," ucapnya.Raicia menghela napas. Matanya memancarkan rasa syukur. Dia menatap sang kakak nyalang. "Jangan sakiti istrimu lagi," ucapnya sembari memukul Damiane.Damiane tersenyum sembari mengusap lengan yang dipukul sang adik. "Tidak akan

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   23. Pulang

    Sebuah surat misterius datang ke kediaman Alverd. Frass dengan cepat melihat isi dari surat tersebut. Begitu dia membaca isi kepala surat. Pria itu seketika melipat kembali kertas dan memasukkannya ke dalam amplop. Berlari dengan cepat menuju ruang kerja Damiane. "Tuan Duke!" seru Frass begitu dia memasuki ruangan Damiane. Pria bertubuh tegap yang tengah berbincang dengan Lionel menoleh dengan santai. "Ada apa? Sebenernya kabar seperti apa yang kau terima sampai berlari seperti itu, Frass?" tanya Damiane sembari menandatangani dokumen yang dibawa Lionel. Frass menyerahkan amplop misterius itu. "Ada sebuah surat yang tampaknya dari Nyonya," jelas Frass. Pria itu seketika menghentikan gerak penanya. Dia menoleh ke arah Frass yang mengangguk sembari tersenyum senang. Damiane langsung mengambil surat itu. Meletakkan penanya. Lionel yang ada di sana juga turut oenasana. Tetapi, di satu sisi hati Damiane juga sedikit resah dengan semua kemungkinan yang ada. Bisa saja Airlea kekeu

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   22. Alasan untuk Bertahan

    Jendela rumah sederhana di tengah desa pinggir kota itu terbuka. Menampilkan sosok perempuan dengan rambut pirang yang cantik. Anak-anak yang bermain di halaman rumahnya langsung menyapa perempuan cantik itu. Perempuan cantik yang dikenal sebagai tetangga baru yang baik hati. Dialah Airlea. Untuk menjalani hidup nyaman dia menyamar sebagai orang lain. Mewarnai rambutnya seperti dia yang dulu sebelum diracuni oleh racun es. Airlea keluar dari rumahnya. Menyapa anak-anak dan bermain dengan mereka di halaman kecil rumahnya. "Lea," panggil seseorang. Perempuan itu tersentak. Dia langsung menoleh ke sumber suara. Selama di desa dia mengaku sebagai gadis bernama Aira. Jantung Airlea bergemuruh begitu melihat sosok yang memanggilnya. Dia adalah kakak laki-laki ketiga. Cail De Farn. Wajah pemuda itu tampak lega saat melihat sosok Airlea di hadapannya. Pemuda itu langsung memeluk sang adik. "Wah, apakah kakak tampan ini kekasih Kak Aira?" tanya salah satu anak kecil. "Bukan

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   10. Sisi Berbeda

    Raicia langsung menyambut Airlea yang baru saja tiba di mansion bersama George. "Bagaimana di sana? Baik-baik saja, 'kan?" tanya Raicia yang terus mengikuti langkah kakak iparnya itu. "Iya." "Tidak ada yang sakit? Kau tidak bertemu orang lain selain putri bukan?" tanya Raicia lagi. Gadis i

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   9. Pertemanan dengan Pemeran utama Wanita

    Kemarin tidak ada yang terjadi setelahnya. Airlea dan Damiane hanya tidur bersama, itu saja. Seperti biasanya Airlea yang tidur dengan Damiane. Pagi hari saat keduanya terbangun, mereka dikejutkan kabar jika Beatrice sudah kembali ke istana dini hari tadi. Tanpa pamit secara langsung, gadis itu meni

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   6. Racun es

    Alis Airlea menungkik tajam. Dahinya berkerut bersamaan dengan rasa sakit yang mulai merambat menyebar ke seluruh tubuh. Air matanya luruh karena sakit yang dirasakan. Sial sekali hari ini karena racun es itu kambuh saat ini. Damiane yang bangun sedikit terlambat sangat terkejut merasakan tangan ya

  • Tuan Duke, Tolong Jangan Membenciku   5. Rencana Awal yang Cukup Gila

    Seorang perempuan dengan gaun tidur berwarna kuning pucat berjalan melintasi lorong gelap sembari memeluk bantal putih miliknya. Berjalan dengan sungguh-sungguh menuju suatu tempat dengan tekat kuat. Tetapi, sesaat kemudian, gadis dengan rambut putih itu menghentikan langkahnya. Memejamkan mata dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status