Suara roda brankar yang melintas di depan ruang IGD terdengar samar di telinga Acha. Ia hanya berbaring diam di atas ranjang, menatap langit-langit putih dengan pandangan sayu.Tangan kanannya sudah terpasang infus. Tubuhnya masih terasa lemas, sementara kepalanya sedikit pening.Tadi, setelah mengetahui Acha demam, Dina dan Celine langsung memaksanya pergi ke rumah sakit.Acha sempat menolak karena merasa masih sanggup menahan. Namun, kedua sahabatnya itu sama sekali tidak mau mendengarkan. Pada akhirnya, ia hanya bisa pasrah.Kini, Dina dan Celine duduk di kursi samping ranjang sambil sesekali memperhatikan kondisinya.“Kalau capek, istirahat, Cha,” ujar Dina memecah keheningan. “Jangan tunggu drop dulu.”“Gimana mau istirahat? Kerjaannya banyak,” jawab Acha lemah.“Dari kemarin kamu stres, kelelahan, kurang tidur, pasti pola makanmu juga berantakan,” omel Celine. “Kalau cuma kerjaan, nggak biasanya kamu begini. Ini pasti karena kamu terlalu mikirin masalah sama Elvano.”“Nggak ada,
Read more