Napas Michel tiba-tiba memburu.Dada wanita itu naik turun tajam, seolah ada sesuatu di dalam dirinya yang siap meledak tanpa mampu ia tahan lagi.Matanya berkilat liar kearah Elena.“Cukup…” gumamnya pelan tapi dingin.Namun detik berikutnya....“BAWA DIA MASUK!!” teriaknya histeris, suaranya menggema kasar memenuhi seluruh gudang.Elena tersentak, alisnya mengernyit bingung.“Sia-pa?” bisiknya bingung,Belum sempat ia menyelesaikan pertanyaannya, dua preman yang tadi berdiri di sudut ruangan langsung bergerak. Mereka menyeret seseorang dari balik bayangan gelap gudang.Deg.Tubuh Elena langsung menegang.Seorang wanita… dengan tangan terikat ke belakang, kaki juga terikat, dan mulut disumpal lakban tebal, diseret dengan kasar ke tengah ruangan.Rambutnya berantakan, pakaiannya kusut, dan wajah itu—“Miranda…?” napas Elena tercekat.Wanita itu mengangkat wajahnya perlahan.Matanya sembab… penuh air mata… dan ketakutan yang begitu nyata.“Mmhh—!!” Miranda berusaha bersuara, tubuhnya m
Read more