Noah terkejut langsung menahan pundak Elena.Namun Elena kembali mencium Noah, kali ini lebih agresif, bibirnya bergerak kacau, napasnya berat dan tidak stabil. Lidahnya berkali-kali memainkan bibir Noah dengan gumulan kasar.Tangan kiri Elena meremas kerah jas Noah, sementara tangan lainnya mencoba menanggalkan bajuna sendiri.“Elena! Jangan lakukan itu!” Noah menahan kedua pergelangan tangannya, tapi Elena justru mendekat lebih erat, tubuhnya gemetar.Ia mencium leher Noah berkali-kali, tergesa, kacau hingga Noah mengerang frustrasi menahan dorongan nafsunya sendiri.“Devon!” Noah berseru keras.Kemeja putih Noah mulai ternoda darah karena darah dari kaki Elena yang masih terluka dan terus menetes sekarang.“Elena, lihat aku!” Noah memegang wajahnya, mencoba membuat Elena fokus.“SADARLAH! Ini bukan kamu. Kau sedang dipengaruhi obat, dengar aku!”Namun Elena memeluk leher Noah lagi, tubuhnya menempel erat, wajahnya memerah karena panas yang tak tertahankan.“Noah… tolong… aku… aku b
Read more