Miranda terlihat sedikit tersipu gugup.Ia segera menepuk paha Michel pelan, seolah meminta anaknya itu tidak terlalu memikirkan kata-katanya barusan.“Bukan begitu maksudku,” katanya cepat, mencoba terdengar santai.“Aku hanya tidak ingin ada masalah yang tidak perlu.”Ia lalu menoleh pada Harli dengan sopan.“Bagaimanapun juga… Elena sekarang kan istri anda, Tuan Harli. Rasanya tidak etis kalau kita menjelekkan dia seperti itu.”Harli justru hanya berdehem pendek.Sudut bibirnya terangkat sinis.“Tidak perlu terlalu dipikirkan,” ucapnya dingin.“Aku hanya butuh Elena sebagai mainan saja.”Kalimat itu jatuh begitu saja dengan nada kasar dan merendahkan.Namun anehnya, justru membuat dada Miranda berdesir pelan.Tangannya yang berada di atas lutut perlahan mengepal.Matanya menatap lurus pada Harli.“Kau tidak pernah berubah, Harli,” ucapnya membatin.“Masih saja pengecut… seperti dulu.” Lanjutnya berusaha tersenyu.Harli menoleh perlahan menatapnya, namun Miranda sudah kembali memasa
Read more