Keheningan di kediaman Nathaniel terasa mencekam. Seluruh lampu taman dimatikan, digantikan oleh lampu sorot sensor gerak yang siap menangkap pergerakan sekecil apa pun. Di ruang tengah, Zavian, Evan, dan Alice menunggu dalam siaga tinggi.Tiba-tiba, suara alarm di gerbang samping berbunyi singkat. Layar monitor menunjukkan sesosok wanita berjalan dengan tenang di jalur utama menuju pintu depan. Dia sendirian. Dia tidak membawa senjata, tidak membawa pasukan."Dia gila. Dia benar-benar datang sendirian," desis Evan sambil menggenggam pistolnya erat."Jangan terkecoh, Evan. Itu taktiknya," sahut Zavian.Pintu besar jati itu diketuk pelan. Tiga kali ketukan yang sangat teratur. Zavian memberi isyarat kepada tim keamanan untuk tetap di posisi, sementara ia dan Evan mendekat ke pintu.Saat pintu dibuka, lampu teras menyala otomatis. Di sana berdiri seorang wanita yang membuat napas Zavian tercekat. Rambutnya digerai, mengenakan gaun putih yang tampak u
Read more