Satu jam kemudian, Lily mengetuk pintu dengan sopan. Ia membawa semangkuk sup hangat yang aromanya memenuhi ruangan."Maaf mengganggu, Tuan Muda, Nyonya. Nyonya Besar Lavina meminta saya memastikan Nyonya Alice menghabiskan sup ini," ujar Lily sambil tersenyum lebar melihat kemesraan majikannya."Taruh di sini, Lily. Terima kasih," sahut Evan.Setelah Lily keluar, Evan mengambil mangkuk sup itu. "Biar aku yang menyuapimu.""Evan, tanganku tidak patah," Alice tertawa kecil."Tapi perintah suamimu mutlak. Buka mulutmu," Evan meniup sendok sup itu sebelum memberikannya pada Alice.Alice menerima suapan itu dengan patuh. Sambil makan, mereka mengobrol tentang banyak hal ringan. Tentang kebun bunga Lavina yang mulai mekar, tentang keinginan Alice untuk belajar memasak lagi setelah bayinya lahir, hingga rencana liburan singkat mereka setelah kondisi Alice benar-benar pulih."Aku ingin pergi ke tempat yang tidak ada sinyal ponsel," ujar Alic
Read more