Evan berdiri di lorong rumah sakit yang sepi, menatap tajam ke arah dokumen medis yang baru saja diserahkan Rico. Di bawah lampu neon yang terang, jarinya menelusuri catatan tentang tanda lahir spesifik yang dimiliki oleh garis keturunan laki-laki Nathaniel selama tiga generasi."Rico, lihat ini," Evan menunjuk sebuah sketsa medis kecil. "Sebuah tanda lahir menyerupai bulan sabit di pundak kiri. Kakekku punya, Ayahku punya, dan aku juga punya."Rico mendekat, memperhatikan detail dokumen itu. "Dan bayi Leo, Tuan Muda? Apakah Anda sudah memeriksanya?"Evan tidak menjawab. Ia segera melangkah kembali ke dalam kamar VIP. Pintu terbuka perlahan, menampakkan Alice yang tertidur pulas dengan wajah damai. Di sampingnya, di dalam boks bayi kaca, Leo sedang terlelap dengan tangan mungil yang mengepal.Evan mendekati boks itu. Dengan gerakan sangat hati-hati, ia menggeser sedikit kain bedong yang membungkus tubuh mungil putranya. Begitu bahu kiri bayi itu tersingka
Baca selengkapnya