Aku merasa bahwa kehadiran Sagara masih memengaruhiku lebih dari yang ingin kuakui. Aku segera mengalihkan pandangan. Berusaha mengabaikan pikiran itu sebelum akhirnya nanti berkembang lebih jauh. Malam sudah semakin larut. Udara malam terasa lebih dingin dibanding sebelumnya. Namun anehnya, aku tidak terlalu merasakan dinginnya udara malam ini. Mungkin karena sejak tadi aku berada dalam gendongan Sagara. Atau mungkin karena pikiranku yang terlalu sibuk memikirkan banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Perjalanan menuju apartemen dilalui dalam keheningan. Tidak ada percakapan panjang. Tidak ada candaan. Hanya suara langkah kaki Sagara yang terdengar teratur di sepanjang koridor menuju gedung apartemen. Sesekali aku mencuri pandang ke arah wajah Sagara. Pria itu terlihat tenang. Bahkan terlalu tenang. Seolah kejadian yang baru saja terjadi hanyalah gangguan kecil yang tidak perlu dipikirkan. Namun aku tahu itu tidak benar. Aku masih mengingat bagaimana rahangnya me
Terakhir Diperbarui : 2026-06-16 Baca selengkapnya