Pagi yang tenang di sebuah halte bus yang dikelilingi pepohonan hijau. Kamera menyorot sosok wanita dewasa dengan rambut hitam lurus yang tergerai indah, tertiup angin sepoi-sepoi. Ia adalah Elena, mengenakan kemeja putih bersih dengan lengan yang sedikit tersingkap, menatap kosong ke arah jalanan yang lengang."Waktu ternyata bisa menjawab semuanya ya," bisik Elena, suaranya terdengar parau namun tenang. "Setelah semua itu, kehidupan normal yang kukira hanya mimpi ternyata sekarang bisa kurasakan. Menghirup udara tanpa rasa takut, melangkah tanpa perlu menoleh ke belakang... kebebasan ini terasa begitu asing, sekaligus begitu manis."Ia menarik napas panjang, seolah berusaha memenuhi paru-parunya dengan udara yang tidak lagi menyesakkan."Namun, seandainya apa yang terjadi lima tahun lalu itu hanya mimpi burukku. Bertahan di keluarga dengan kekerasan cara mereka bicara, berharap pada satu pria salah yang kupikir dialah tempatku pulang, dan... Eren, adikku
Read more