Susan bangkit berdiri, menatap putrinya sebelum akhirnya mengalihkan perhatian pada Arka. Situasi Arka memang jauh dari kata baik. Tidak terlihat kesedihan atau penyesalan apapun, tapi Susan tidak mungkin menolak ucapan belasungkawa dari seseorang. “Terima kasih banyak, nak Arka,” jawabnya pelan."Sama-sama, buk,” jawab Arka tenang. “Selain pernah jadi ayah mertua, saya dan pak Rizal adalah rekan kerja. Kita juga selalu berhubungan baik,.” Tatapannya tertuju pada Alisha, menunggu respon, tapi wanita itu mengabaikannya, dia mengalihkan pandangan seolah mereka adalah orang asing yang tidak pernah saling mengenal."Aku menghargai kedatanganmu malam ini, Arka, tapi…” Susan belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika suara Daniel memotong."Al, mau ku ambilkan minum?” tanya Daniel dengan lembut di samping Alisha. Wanita itu memang terlihat butuh air. Wajahnya begitu kusut dan bibinya tampak pucat. Alisha mengangguk."Mau teh atau yang lain?" tanya Daniel dengan penuh perhatian.“Dia ngga
Last Updated : 2026-01-02 Read more