Sesampainya di asrama kampus UI, Dimas memarkir mobilnya, lalu mengambil dua kotak besar itu dan naik ke lantai atas. Ia meletakkannya di kamar, kemudian mengosongkan ranselnya untuk dibawa turun lagi karena di dalam mobilnya masih ada tumpukan uang tunai dalam jumlah sangat besar.Sesampainya di mobil, ia menengok ke sekeliling, memeriksa apakah ada kamera keamanan di area parkiran. Setelah yakin tidak ada, Dimas menarik napas lega, tapi tetap saja ia tak mau ambil risiko dengan membawa uang sebanyak itu secara sembarangan.“Kalau sampai ada yang tahu aku pegang uang tunai sebanyak ini di tangan, atau di kamar asrama yang sempit itu, bisa-bisa aku dibunuh duluan baru uangnya diambil,” pikirnya.Dimas berpikir realistis. Siapa pun akan gelap mata kalau melihat uang tunai Rp10 miliar, jadi ia berencana untuk menyetorkan seluruh uang itu ke bank besok pagi-pagi sekali.Karena jumlahnya terlalu banyak, Dimas tahu ia harus bolak-balik dua kali untuk m
Terakhir Diperbarui : 2026-01-20 Baca selengkapnya