Dia adalah bintang masa depan! Dimas tersenyum lebar. Ia tahu, suatu hari nanti, dia akan jadi bintang besar. “Jadi, aku akan pergi dan memberikan apa yang pantas dia dapatkan dengan uang itu,” kata Dimas. Meski masih terpikir tentang wanita itu, ia sadar ini bukan saatnya larut dalam perasaan. Ayahnya baru saja meninggal, dan ia tak mau bertindak bodoh. “Aku akan lakukan itu, Dimas. Nih, biar aku tulis nomorku. Kamu punya ponsel?” tanya Anin santai. Dimas sempat bingung sejenak, lalu menggeleng. “Belum, rencananya mau beli besok.” “Baiklah. Kalau nanti kamu udah punya HP, hubungi aku, ya. Siapa tahu kita bisa jadi teman baik,” ucap Anin sambil tersenyum. Ia menulis nomornya di tisu dengan lipstik, lalu menyerahkannya kepada Dimas. Dimas menerima tisu itu, lalu pulang ke asrama dengan perasaan lega. Ia sudah berusaha sebaik mungkin untuk membantu keluarga korban, dan kini tak ada lagi yang bisa
Read more