Kata ketidakseimbangan masih terasa menggantung di udara seperti bayangan yang tak kasatmata.Reis menyandarkan tubuhnya perlahan ke sandaran kursi takhta. Gerakannya tenang, namun justru di situlah letak tekanannya. Tak ada kemarahan terbuka, tak ada suara meninggi, hanya wibawa yang menyesakkan dada siapa pun yang berdiri di hadapannya.Tatapannya menyapu ruangan luas itu. Pilar-pilar marmer berdiri kokoh, memantulkan cahaya pagi yang masuk melalui jendela tinggi. Namun kehangatan matahari tak mampu mencairkan hawa tegang yang kini menyelimuti ruang rapat kekaisaran.“Menarik,” ucapnya akhirnya, pelan namun jelas.Satu kata itu cukup membuat seluruh pejabat menegakkan punggung mereka.Untuk pertama kalinya pagi itu, aura Kaisar benar-benar terasa bukan sebagai seorang putra, bukan sebagai seorang suami, tetapi sebagai penguasa tunggal kekaisaran.Semua mata tertuju pada Duke Sirion.Pria tua itu tetap berdiri dengan punggung lurus. Wajahnya tertata rapi dalam ketenangan, tetapi gari
Last Updated : 2026-02-14 Read more