Ana tampak ragu. “Tapi biasanya Anda—”“Aku tidak selemah itu,” potong Lorenne pelan, meski suaranya tidak keras. “Lagipula, hari ini ada beberapa hal yang perlu kuurus.”Ia berdiri, merapikan lengan bajunya.Namun saat ia melangkah, rasa tidak nyaman di perutnya kembali muncul nyeri samar yang membuatnya berhenti sejenak, meski hanya sepersekian detik.Ana jelas menyadarinya.“Yang Mulia…”Lorenne tersenyum kecil, berusaha menenangkan pelayannya. “Jangan membuat wajah seperti itu. Aku benar-benar tidak apa-apa.”Meski begitu, jauh di dalam hatinya, ia tahu tubuhnya mulai menuntut perhatian. Dan entah mengapa, pagi itu terasa sedikit lebih rapuh dari biasanya. Di luar kamar, istana sudah ramai dengan aktivitas. Tak seorang pun tahu bahwa di balik ketenangan wajah sang Ratu, ada lelah yang belum sepenuhnya hilang dan sesuatu yang mungkin akan segera berubah.Aula pertemuan siang itu dipenuhi suara laporan dan gesekan gulungan peta.Lorenne berdiri di ujung meja panjang, jari-jarinya me
Terakhir Diperbarui : 2026-02-23 Baca selengkapnya