Kata gila itu sengaja ditekan, dilontarkan seperti vonis.Beberapa pelayan yang mendengar langsung menunduk, berpura-pura tidak tahu apa-apa, namun telinga mereka jelas menangkap setiap suku kata. Di istana, rumor tidak pernah membutuhkan bukti, cukup bisikan dari orang yang berkuasa.Di ujung koridor, Lorrene berhenti sejenak.Bukan karena kata-kata Helena melukainya, melainkan karena ia sudah memprediksi langkah itu sejak awal. Menyerangnya secara langsung tidak akan berhasil, maka Helena memilih cara lama: merusak reputasi, mempertanyakan kewarasan, dan menanamkan keraguan di benak orang-orang.Lorrene hanya menggeleng pelan.Gerakan kecil itu hampir tidak terlihat, namun bagi dirinya sendiri, itu adalah keputusan yang bulat. Ia tidak akan menoleh. Tidak akan membela diri. Tidak akan menurunkan martabatnya dengan berdebat di koridor istana.Jika Helena ingin memainkan sandiwara, maka biarlah. Lorrene akan menunggu di panggung yang lebih besar.Ia melangkah kembali, langkahnya tetap
Last Updated : 2026-02-04 Read more