Di ujung lorong, Cassian masih berdiri tegak dengan jubah kebesaran hitam yang beraksen emas, jatuh sempurna di bahunya.Pria itu masih menunggu. Tatapannya sesekali mengarah ke pintu besar kamar Marielle, lalu kembali menatap lurus ke depan. Wajahnya tetap tenang, meski jarinya terus mengetuk pelan lengannya sendiri.“Yang Mulia,” panggil Ronald dengan hati-hati, “para tamu sudah mulai memenuhi aula.”Cassian tidak langsung menjawab. Ia menarik nafas perlahan.“Aku tahu,” jawabnya singkat.Namun kakinya tidak beranjak. Beberapa detik berlalu dalam keheningan, pintu kamar itu akhirnya terbuka.Semua kecemasan di kepala Cassian seolah hilang dalam satu detik. Dari balik pintu, Marielle melangkah keluar perlahan.Gaun putih keperakan yang ia kenakan berkilau lembut. Kainnya jatuh mengikuti lekuk tubuhnya yang anggun, sementara rambut panjangnya yang bergelombang dibiarkan terurai, dihiasi aksen kecil yang berkilau seperti bintang.Ia terlihat berbeda, lebih cantik, lembut, dan tenang. C
Last Updated : 2026-03-29 Read more