Perlahan kereta kuda itu keluar melewati gerbang istana yang megah, dengan membawa luka yang tak terbantah. “Karena kita sudah dalam perjalanan pulang, mulai besok lusa kita akan fokus pada wilayah Valerante, Grand Duke,” ujar Jackson yang sudah mulai membalik-balik dokumen dari tas kerjanya. “Terserah kau saja,” jawab Aldric tidak minat. “Grand Duke, bagaimana saat kita di Valerante nanti kita adakan sebuah pesta. Untuk mencari gadis cantik sebagai calon pasangan Anda.” Jackson memajukan tubuhnya sedikit, berharap ide darinya diterima. “Berhenti membuat omong kosong.” Aldric sama sekali tak tertarik. Ia hanya menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan mata. “Ayolah Grand Duke, Anda sudah memasuki usia untuk menikah,” rayu Jackson sekali lagi. “Hanya ada satu wanita yang ada di hatiku. Dan kau tau siapa itu.” Aldric menatap Jackson jengah. “Tapi Grand Duke, wanita itu sudah bersuami. Apakah Anda benar-benar ingin merebut Yang Mulia Ratu dari Raja Cassian?” “Diam, atau aku le
Last Updated : 2026-04-10 Read more