Share

48. Rhesus Negatif

Author: QM
last update publish date: 2026-03-10 08:30:33

Lantai rumah sakit yang biasanya steril dan tenang kini terasa seperti lorong menuju neraka bagi Brian Aksara. Langkah kakinya yang panjang dan tegas menyapu lantai koridor IGD, meninggalkan jejak-jejak darah yang mulai mengering di atas ubin putih. Kemeja hitamnya yang tadinya rapi kini basah dan lengket, bukan oleh keringat, melainkan oleh darah Amaya yang belum berhenti merembes.

Bugh

Tiba-tiba tinjuan mengenai perut Brian hingga membuatnya jatuh ke lantai. Fares yang berada di ujung kor
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   137. Syok

    Pagi itu, Brian dan Amaya tertidur di depan ruang menonton. Televisi menyala menjadi suara membuai tidur mereka. Brian dan Amaya tampaknya sangat kelelahan, apalagi wanita hamil itu. Saat subuh usai dia langsung memasak dan ikut mengurus adik-adik pantinya untuk berangkat. Panti asuhan yang dulu sederhana kini semakin nyaman. Brian memang menepati janjinya akan merenovasi total panti ini. Selain menjadi lantai tiga, panti asuhan ini juga memiliki fasilitas lengkap dan kamar-kamar untuk anak-anak yang tinggal di sini juga begitu nyaman. Tentu sebuah anugerah saat Amaya memiliki Brian di sisinya.Rahmi mengintip di balik dinding, wanita itu kemudian membangunkan Amaya.“May, bangun.”Amaya yang merasakan guncangan di bahunya segera membuka matanya. Hal pertama ia melihat Brian kemudian menoleh pada sumber suara. “Iya, Bu?”“Ada tamu, May.” Rahmi sengaja mengatakan hal itu dengan pelan. Brian sempat bergerak namun pria itu tertidur kembali. Amaya secara perlahan melepaskan tangan Brian

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   136. Berdamai dengan Kesalahpahaman

    Brian dapat merasakan dengan jelas bahwa bagian intim sang istri kini telah sepenuhnya basah dan siap menerima dirinya. Ia tahu betul bahwa inilah waktunya yang tepat untuk memasuki liang kenikmatan hangat yang selalu sukses membuatnya kecanduan setiap malam. Tangannya dengan gerakan cepat membuka kancing celananya sendiri, membebaskan miliknya yang sudah sepenuhnya mengeras tegang dan berdenyut menuntut pelepasan. Amaya menatap gerakan maskulin sang suami dengan sepasang mata yang sayu berair karena gairah yang sudah memuncak di ubun-ubun. Sesaat, dalam pandangannya yang mengabur, milik pria itu terlihat begitu perkasa dan tampan menantang di bawah temaram lampu. Brian kemudian menyingkap dress katun milik sang istri semakin tinggi ke atas sebatas dada, membiarkan tubuh polos bagian bawah Amaya terekspos sepenuhnya. “Hhhh,” desis pria itu dengan desahan berat yang sarat akan rasa lega yang luar biasa, tepat di saat ia berhasil menyatukan dan melesakkan miliknya masuk secara perlah

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   135. Cemburu yang Sama

    “Taruh saja kopernya di dalam kamar yang pintu kamarnya berwarna coklat di sebelah sana, Pak,” kata Ibu Rahmi memberikan petunjuk arah seraya mengajak Amaya untuk duduk menenangkan diri di atas sofa ruang tamu.Setelah sang sopir meletakkan koper dan berpamitan, Ibu Rahmi kembali menatap lekat wajah sembab Amaya. “Gimana keadaan kandungan kamu saat ini, Nak?”Amaya mengusap pelan sisa air matanya, mencoba menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Ibu Rahmi. “Alhamdulillah, janinnya sehat kok, Bu. Maya sengaja pulang ke sini karena Maya mau—”Seperti sudah sangat paham dengan arah maksud penuturan Amaya yang sedang dirundung masalah rumah tangga, Ibu Rahmi dengan cepat memotong kalimat Amaya dengan senyuman keibuan yang menenangkan. “Sudah, sebaiknya kamu segera istirahatlah sekarang, ini sudah teramat larut malam. Kamar tidur lamamu juga sudah siap dan rapi sejak sore tadi.”Amaya hanya bisa menurut pasrah. Ibu Rahmi kemu

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   134. Pergi

    “Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya, Amay. Foto itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan,” bela Brian mencoba meluruskan kesalahpahaman yang ada.“Kamu kira aku ini anak kecil yang bisa dengan sangat mudah kamu bohongi dan kamu bodohi dengan kalimat penolakanmu itu, Brian!” seru Amaya dengan suara yang melengking tajam karena dikuasai oleh rasa cemburu dan sakit hati.“Aku tidak sedang berbohong kepadamu, Amay!” tegas Brian, melangkah mendekat untuk meraih bahu istrinya, namun Amaya dengan cepat menepis tangan kekar itu.“Oh ya? Oke, kalau memang begitu kenyataannya, artinya dengan tindakanmu ini kamu sudah jauh lebih memilih Greta daripada aku yang berstatus sebagai istrimu. Baik, kalau itu maumu, kita bercerai saja!” ucap Amaya lantang, melontarkan kalimat sakral yang seketika membuat atmosfer di dalam ruangan itu mendingin.“Jangan bicara sembarangan kamu, Amay! Jaga batasanmu!” bentak Brian dengan urat leher yang menonjol tegang, ti

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   133. Memang Aku

    Yesa menatap kekasihnya dengan pandangan yang semakin bingung sekaligus terkejut. “Terus, kalau itu memang milikmu yang sempat hilang dulu, dari mana kamu bisa mendapatkan foto benda ini sekarang?”“Aku mendapatkan foto ini dari kamar Amaya, Yesa! Dialah orang yang selama ini menyimpan dan memiliki liontin kunci ini! Dia yang memegangnya selama bertahun-tahun, Yesa. Benda itu melekat pada bajunya saat dia pertama kali ditinggalkan di panti asuhan dulu. Dia kemungkinan besar adalah anak kandung kita yang selama ini kita kira sudah tiada, Yesa! Amaya adalah anak kandung kita yang hilang!” seru Paulina dengan suara yang pecah tak tertahan lagi, menumpahkan segala kebenaran yang baru saja ia temukan.Yesa tercengang, tubuhnya mendadak kaku di atas sofa. Pria paruh baya itu mencoba mencerna semua penuturan emosional dari sang kekasih dengan baik di dalam kepalanya, namun akal sehatnya masih menolak untuk percaya begitu saja. Pria itu setengah tidak percaya dengan k

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   132. Pemilik Liontin

    “Mama? Sini, biar aku rapikan perhiasannya,” pintanya lembut, membuat Paulina langsung tersadar dari keterpakuannya.Paulina menyerahkan kalung itu, namun sepasang matanya masih menatap lekat benda tersebut. “Dari mana kamu dapat kalung ini, May?” tanya Paulina dengan nada suara yang tertahan, mencoba menyembunyikan getaran hebat di dalam dadanya.Amaya menerima kalung itu dengan dahi berkerut samar. “Oh, kalung ini? Ini sebenarnya pemberian dari Brian, Ma. Tapi, kalau untuk liontin kuncinya ini, ini sudah sejak lama menjadi milik Amaya sendiri.”“Iya, maksudku liontin ini. Dari mana kamu bisa memilikinya sejak lama?” cecar Paulina lagi, semakin menuntut kejelasan.“Liontin ini dulu ibu panti asuhan tempatku dibesarkan yang menemukannya tersemat di baju bayiku saat aku pertama kali ditinggalkan di sana dulu, Ma,” jawab Amaya jujur tanpa menaruh prasangka apa pun.Paulina merasakan tenggorokannya mendadak sangat kering. “Nama belakangmu be

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   102. Bayi

    Kejadian itu berlangsung begitu cepat, seolah waktu melambat dalam satu fragmen yang mengerikan. Amaya yang tidak siap dan masih merasakan nyeri di perutnya kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terhuyung ke belakang, dan dalam satu momen yang mematikan, bagian perut bawahnya membentur ujung meja marme

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   17. Kewajiban Seorang Istri

    Amaya pulang setelah tahu keadaan Amran yang stabil. Kepalanya begitu berat sekali memikirkan hidupnya yang sangat kacau ini. Setelah turun dari mobil, matanya menangkap mobil Volvo yang terparkir di dekat garasi. "Dia ada di rumah?" tanya Amaya lirih.

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   16. Saudaraku

    Brian menatap Amaya nyalang, namun hatinya terasa lain. Ada sesuatu yang seakan kuat menariknya untuk tidak menyakiti gadis di hadapannya. Meskipun cerewet dan sering membuatnya kesal, janjinya untuk memberikannya perlindungan tetap ia genggam. Lantas, bukankah sebatas janjinya hanya m

  • Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya   13. Bercerai Saja.

    Pagi itu Amaya membuka matanya. Wanita itu menoleh ke samping. Wajah damai itu tertidur dengan pulas di hadapannya. Pahatan indah dengan hidung mancungnya dan bakal jambang yang menghiasi wajahnya. “Tampan,” pujinya tanpa sadar. Sedetik, d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status