Sore itu, langit mulai berubah jingga. Di sebuah rumah yang hangat, Mira akhirnya bisa bernapas sedikit lega. Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya, dokter mengizinkannya pulang untuk menjalani rawat jalan. Meski begitu, beberapa luka lebam masih terlihat di tangan dan dahinya. Kakinya pun masih belum kuat digunakan berjalan terlalu lama. "Aduh..." Mira meringis pelan saat mencoba mengubah posisi duduk di sofa. Mamanya yang melihat itu langsung menghampiri. "Jangan banyak bergerak dulu." "Iya, Ma." "Nanti jahitannya bisa sakit lagi." Mira hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Sementara itu, di rumahnya, Saka pun mengalami nasib yang hampir sama. Lengan kirinya masih dibalut perban, sementara bahunya belum pulih sepenuhnya akibat benturan keras. Sudah hampir tiga hari ia hanya berputar antara kamar, ruang keluarga, dan teras rumah. Rasa bosan mulai menyerangnya. Saka menutup buku yang sejak tadi dibacanya. "Ah...ngg
Leer más