Suasana meja pertemuan kembali mencair setelah kalimat tegas Nizam menggantung di udara. “Dia calon istriku.” Beberapa detik sunyi sempat tercipta, sebelum akhirnya tawa dan candaan pecah bersahut-sahutan.Inara yang sempat membelalak kini berusaha mengendalikan ekspresinya. Ia menarik napas pelan, lalu memasang senyum profesional. Untungnya, ia bukan orang baru di lingkungan mitra Niaga Perkasa. Beberapa wajah di meja itu sudah sering ia temui di kantor pusat Jakarta. Ia pernah presentasi di hadapan mereka, pernah berdiskusi soal strategi keuangan dan pemasaran, bahkan ikut dalam rapat-rapat penting. “Inara kan yang pegang keuangan marketing regional, ya?” sapa salah satu mitra. “Iya, Pak,” jawabnya ramah. Obrolan pun mengalir santai. Inara cepat berbaur. Ia berbincang ringan tentang perkembangan pasar, membahas peluang distribusi di Jawa Tengah, hingga menanggapi cand
Last Updated : 2026-02-21 Read more