Suara pria itu bergema di lobi seperti kutukan. Hanya mendengarnya saja, sudah membuat orang merinding. Tatapan Ziana mendingin, dia bertanya dengan nada tegas, "Kalau kamu adalah korban masa lalu, sebutkan namamu. Proyek Keluarga Syardan mana yang kamu ikuti, yang tercatat di kepolisian, dan berapa total investasimu."Pria itu tertegun, jelas terlihat gelisah.Ziana mendekat. "Kamu nggak mungkin nggak tahu, ‘kan, kalau dulu polisi menghabiskan waktu berbulan-bulan menyelidiki kasus Keluarga Syardan? Semua detail dicatat, mulai dari kerugian jutaan sampai miliaran, semua korban punya tanda tangan asli. Jadi, kamu ini yang mana?" "Aku ... aku ...." Pria itu terbata-bata, tidak bisa melanjutkan kata-katanya.Ziana sudah bisa menyimpulkan bahwa pria ini sama sekali bukan korban kasus keluarganya. Siapa dia sebenarnya, sekali ditekan pasti akan ketahuan.Ziana melanjutkan, "Kamu sekarang dituduh melakukan percobaan pembunuhan. Apa kamu pikir cuma dengan dua kalimat ancaman itu, aku ak
Read more