Tamara melihat dua pria besar itu menatap rak kosong sambil berbisik-bisik. Jerry berkata asal, "Bukan apa-apa, Nona Tamara. Kamu adalah sahabat karib Nona Ziana, pasti kamu sangat mengenalnya, ‘kan?"Tamara baru saja hendak mengangguk, namun tiba-tiba teringat ada Vihan di sana. Meski biasanya Tamara tampak sedikit linglung, di saat kritis otaknya berputar cepat. Dia menjawab, "Ziana langsung bekerja di Walker Hill setelah lulus, dia orang yang gila kerja, hidupnya sangat sederhana."Jerry berdecak. "Masih mau akting!" "Kecuali soal asmara." Tamara nyengir lebar. "Kalian juga tahu kondisi keluarga Ziana. Dia dititipkan di Keluarga Anggara sejak remaja. Meski itu keluarga terpandang, tetap saja bukan rumahnya sendiri. Dia masih kecil dan sering merasa kurang aman. Di saat seperti itu, ada pria yang bersikap sangat baik padanya, dia pun merasa telah menemukan kebahagiaan. Ternyata pria itu adalah pria bajingan. Untungnya Ziana bukan domba penurut, dia segera memutuskan hubungan mere
Baca selengkapnya