"Tiga kontainer di Hamburg sudah tertahan, Tuan. Bea cukai Jerman tidak akan melepasnya dalam waktu dekat." Suara serak Victor memecah keheningan fajar di lantai teratas gedung O’Shea Group. Kael tidak menyalakan lampu utama, hanya cahaya biru dari layar monitor yang menyinari wajahnya, menciptakan bayangan tajam yang membuatnya tampak seperti patung pualam yang dingin. Kael menyesap kopi hitamnya yang sudah mendingin, matanya tak lepas dari peta digital pelabuhan peti kemas di layar. "Berapa lama kerugiannya mulai terasa, Victor?""Dua puluh empat jam, Tuan. Adrian Pratama akan mulai menerima panggilan panik dari para investor konsorsiumnya pagi ini waktu Berlin," jawab Victor melalui sambungan telepon terenkripsi."Bagus," desis Kael, suaranya rendah dan penuh ancaman. "Biarkan dia merasakan bagaimana rasanya kehila
最終更新日 : 2026-04-01 続きを読む