"Kenapa tidak bilang sih kalau kalian berurusan dengan O'Shea?" Sabrina menggerutu. Tangannya bergerak ritmis, mengusap pelan puncak kepala si kecil yang mulai mengantuk.Adrian yang duduk di kursi depan, menoleh sedikit dengan senyum kebapakan yang tenang. "Memangnya kenapa, Nak? Ini masalah bisnis. Apapun akan diterima selama membawa keuntungan bagi perusahaan kita," jawabnya dengan nada berwibawa namun lembut.Ganda, yang duduk di samping Sabrina, menyandarkan punggungnya dengan santai. "Kalian mengobrol apa saja tadi? Aku lihat kau cukup lama berdiri di sana bersamanya.""Mana ada begitu," jawab Sabrina ketus. Ia memalingkan wajah, enggan memperpanjang bahasan tentang tatapan Kael yang tadi seolah ingin menguliti rahasianya.Ganda terkekeh, sengaja ingin memancing emosi adiknya. "Jangan marah begitu dong. Kau ini 'kan sudah jadi mama-mama, dan..." ia melirik jahil ke arah Sabrin
Read more