"Ikut saja, Sayang." Semua orang langsung menoleh pada sumber suara. Sementara Ganda sang pelaku hanya memberikan cengiran tanpa dosa di wajahnya. Namun, detik berikutnya, cubitan kecil dari Gladis mendarat telak di pinggang pria itu, membuatnya meringis seketika."Aduh, Sayang! Sakit!" aduh Ganda sembari mengusap pinggangnya yang menjadi korban keganasan sang kekasih."Makanya, mulutmu itu dijaga! Adikmu ini mau bulan madu. Bagaimana sih?!" omel Gladis dengan tatapan mata yang mendelik sebal. Bukan hanya Gladis, detik itu juga hampir semua anggota keluarga di sana ikut mengomeli Ganda. Adrian menggeleng-gelengkan kepala jengah melihat kelakuan putra sulungnya, sementara Nyonya Maureen menepuk pelan lengan Ganda dengan tas tangannya. Sabrina sendiri hanya bisa menghela napas pasrah, menatap Aliz yang masih sesenggukan di dekapannya. Di tengah kehebohan itu, Kael melangkah maju. Di luar dugaan semua orang, pria yang biasanya berwajah kaku
اقرأ المزيد