Mobil Rolls-Royce Phantom itu meluncur membelah jalanan Jakarta yang mulai lengang. Di dalam kabin, suasana tegang masih terasa. Pria itu duduk bersandar, tetapi rahangnya masih mengeras, dan matanya terus menatap tajam ke arah jendela luar seolah-olah trotoar jalanan adalah wajah Julian Pratama.Alya melirik dari sudut matanya, lalu tersenyum kecil. Ia sengaja menggeser duduknya, merapat hingga lengan mereka bersentuhan."Mas, kalau kamu terus-terusan merengut begitu, nanti gantengnya hilang, lho," goda Alya lembut.Araska tidak menoleh. "Aku tidak sedang mencoba untuk menjadi ganteng, Al. Aku sedang mencoba untuk tidak meledakkan gedung Pratama Group sekarang juga.""Galak sekali suamiku ini," Alya terkikik, memberanikan diri mencolek dagu Araska."Padahal tadi di ballroom banyak yang bilang kita pasangan paling serasi. Mas Araska yang dingin, dan aku yang ... katanya enchantress?"Mendengar kata itu, Araska langsung menoleh. Tata
Last Updated : 2026-05-08 Read more