"Jaga dirimu, Ara."Callister mengangkat tangannya lalu mengelus rambut Chyara dengan lembut. Tatapannya terlihat hangat, tetapi juga dipenuhi kekhawatiran. Setelah melihat luka di jemari adiknya tadi, ia merasa semakin tidak tenang meninggalkan Chyara sendirian di kediaman."Dan jangan sampai terluka lagi."Nada suara Callister terdengar lebih serius, bahkan kedua alisnya sedikit berkerut seolah sedang memperingatkan seorang anak kecil yang sering membuat masalah. Sikap itu membuat Chyara menahan senyum kecil."Aku mengerti, Kak."Chyara menganggukkan kepala pelan. Tatapan birunya bertemu dengan mata Callister, meskipun hatinya terasa hangat, ia berusaha tetap terlihat tenang seperti biasa."Kakak juga harus menjaga diri dengan baik."Callister terdiam sesaat, kemudian senyum kecil muncul di wajahnya. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi, tetapi sorot matanya jelas menunjukkan bahwa ia senang mendengar ucapan itu keluar langsung dari mulut Chyara."Baiklah." Ia mengangguk ringan. "Aku ak
Last Updated : 2026-06-14 Read more