Sinar matahari pagi yang masuk melalui celah gorden sutra di kamar utama Mansion Vanderwick tampak begitu tenang. Namun, ketenangan itu tidak berlaku bagi Alistair Vanderwick. Pria itu sudah bangun sejak pukul lima pagi, mengenakan kaus santai namun tetap terlihat mahal. Ia menatap wajah tidur istrinya, Mikaila, yang masih terlelap dengan mulut sedikit terbuka—posisi tidur favoritnya yang selalu membuat Alistair gemas. Setelah huru-hara di pesta ulang tahun perusahaan beberapa hari lalu, Alistair merasa bahwa mereka berdua butuh pelarian. Ia butuh waktu di mana tidak ada dokumen, tidak ada musuh, dan tidak ada gangguan. Tanpa aba-aba, Alistair mengangkat tubuh mungil Lala. "Eungh... Bub... apa ini? Lala masih mengantuk," igau Lala sambil menyembunyikan wajahnya di dada Alistair. Ia merasa tubuhnya melayang, namun ia terlalu malas untuk membuka mata. "Tidur saja, Sayang. Bub cuma mau pindahin Lala," bisik Alistair dengan senyum misterius. Alistair membawa Lala turun ke lantai bawa
Last Updated : 2026-02-19 Read more