Malam semakin larut di Mansion Vanderwick, namun lampu di paviliun medis masih menyala terang. Di dalam ruang kerja Elvin, suasana terasa jauh lebih serius daripada ruang tengah mansion tadi. Intan duduk tegak dengan buku Gray’s Anatomy yang terbuka lebar di depannya, sementara Elvin duduk santai di kursi kebesarannya sambil memutar-mutar sebuah pena mahal di jemarinya. "Mas... tidak bisa besok saja? Aku masih sedikit pusing karena kejadian di mall tadi," tawar Intan dengan wajah memelas. Elvin meletakkan penanya dan menatap Intan dari balik kacamatanya. "Di rumah sakit, rasa pusing tidak akan menghentikan pasien yang sedang pendarahan, Tantan. Kita mulai ujian kecilnya sekarang." Intan menghela napas panjang. "Ujian? Baru juga belajar satu bab semalam, Mas!" "Justru itu. Aku ingin tahu seberapa banyak yang menyerap di otakmu saat kau tidur berbantalkan jas dokternya," sindir Elvin halus, membuat pipi Intan kembali merona. "Tapi, agar tidak membosankan, kita buat aturan baru." In
Read more