Mansion Vanderwick pagi ini terasa lebih sunyi namun penuh dengan aura intimidasi yang berbeda dari biasanya. Alistair berdiri di lobi utama, menyesuaikan letak jam tangan mahalnya dengan gerakan yang sangat tenang namun berwibawa. Ia menoleh ke arah tangga, menunggu dua permata hatinya yang hari ini akan memulai langkah besar. "Bub, kamu sudah rapi sekali pagi ini, apa ada rapat penting dengan dewan direksi?" tanya Lala sembari merapikan kemeja Alistair. "Tidak ada rapat yang lebih penting daripada mengantar dua jenius kita ke hari pertama sekolah menengah mereka, Bub," jawab Alistair sambil mencium dahi istrinya. "Tapi mereka baru dua belas tahun, Bub, aku masih merasa ini terlalu cepat bagi mereka untuk lompat kelas," gumam Lala dengan nada cemas. "Mereka adalah Vanderwick, Bub, otak mereka bergerak sepuluh kali lebih cepat daripada anak seusianya," tegas Alistair dengan rasa bangga yang meluap. Lala hanya menghela napas, ia tahu berdebat soal kapasitas otak anak-anaknya
Read more