Home / Male Adult / Pesona Pria Plus-plus / Bab²⁷—Pengaman~

Share

Bab²⁷—Pengaman~

Author: Na_Vya
last update publish date: 2026-03-30 18:38:53

Rupanya Bagas tidak bercanda. Tawarannya mengundang Rachel ke apartemen, sungguh di luar rencana.

Jarak kafe ke gedung apartemen cuma butuh lima menit. Itu pun tadi Bagas hanya berjalan kaki saat hendak menemui Sandi.

Saat mengajak Rachel berjalan kaki, gadis itu sama sekali tidak keberatan. Bagas mengira jika Rachel akan menolak tawarannya.

Oh, Bagas lupa. Bagaimana Rachel mengejarnya dalam beberapa hari ini. Tentu saja gadis itu tidak akan pernah menolak ajakannya.

Entah apa yang a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁵—Lagi PMS~

    "Maksudnya?" Bagas masih belum paham dengan ide yang dikatakan Vanila. Dia justru kepikiran niat Theresa yang memberinya kartu nama dengan tiba-tiba. Bukan hal yang aneh baginya, kalau perempuan memberinya kartu nama. Itu merupakan sinyal lain sebagai pertanda—jika akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya setelah itu. "Bagas!" Vanila menggetok kepala Bagas dengan sendok. "Aduh!" Bagas mengaduh, mengelus-elus kepalanya yang terasa sakit. "kejam banget, sih, Van?" Bibir bawah Vanila mencebik, dan menyahut, "Salah sendiri lemot!" Dia meletakkan sendok ke atas meja, bersedekap, menarik napas panjang dan berkata, "aku tuh lagi ngasih ide, kamu malah mikirin hal lain." "Siapa yang mikirin hal lain?" Tentu saja Bagas tidak mau mengaku karena dia masih ingin hidup. Menggaruk leher yang tidak gatal sama sekali, dia bertanya, "emangnya lo punya rencana apa?" "Gitu aja masa aku yang harus ngasih tau?" "Ya elah, Van..." Bagas paling males kalau disuruh mikir isi kepala cewek, tapi

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁴—Kesempatan~

    Untuk beberapa saat keduanya saling menatap, lalu Bagas memutus tatapannya lebih dulu. Bisa bahaya kalo kelamaan natap cewek cakep. "Elo langganan juga di sini?" tanya Bagas, berbasa-basi kembali untuk mencairkan suasana yang sempat kaku. "Baru-baru ini, sih..." Theresa menjawab sambil mengibaskan rambut panjangnya yang ujungnya basah terkena air hujan ke belakang, otomatis leher jenjang perempuan itu terekspos dengan jelas, dan... terlihat makin seksi. Bagas yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari leher jenjang Theresa seketika menelan ludah. "Elo sendiri udah langganan di sini?" lanjut Theresa, dan Bagas langsung mengangguk cepat. "Gue sama Vanila sering ke sini," ucap Bagas, yang buru-buru mengalihkan pandangan pada Pak Yosi, yang sedang sibuk memilah ayam pesanan pelanggan. "Ternyata lo masih bareng sama Vanila?" Suara Theresa yang sedikit terdengar tidak suka, sontak menarik perhatian Bagas lagi. Bagas memerhatikan perubahan pada raut Theresa yang datar,

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴³—Ketemu temen lama~

    Semenjak hari itu hubungan Bagas dan Rachel terus berlanjut. Kesepakatan keduanya yang semula berdasarkan kerja sama untuk saling membantu, justru lambat laun berubah menjadi sesuatu yang bisa dibilang tidak sederhana. Dari awal, Rachel memang membayar Bagas, lantaran rasa penasarannya pada suami kontrak maminya itu. Sedangkan Bagas menerima tawaran Rachel semata-mata hanya ingin memanfaatkan statusnya yang sebagai putri semata wayang Roy Darmawan. Mungkin, tidak ada salahnya jika dia mengambil kesempatan tersebut. Lagi pula, tidak ada ruginya. Namun, semuanya justru tidak sesuai ekspektasi. Bagas yang sempat marah dan tak terima karena sifat Rachel yang egois, memutuskan hendak mengembalikan uang yang diberikan oleh gadis itu. Bagas tidak tahan dengan sikap Rachel yang seringkali mempermainkannya. Karenanya dia memutuskan mengembalikan sejumlah uang yang masuk di rekeningnya pada Rachel. Sialnya lagi, segalanya kembali berantakan akibat kecerobohannya, yang tidak bisa

  • Pesona Pria Plus-plus    bab⁴²—Pil penunda kehamilan~

    Beberapa jam kemudian.... Siang itu saat hujan sudah reda, Bagas keluar dari gedung apartemen dan berjalan kaki menuju apotek, yang kebetulan berada tidak jauh. Hanya berjarak beberapa meter dari gedung tempatnya tinggal. Setibanya di depan pintu apotek, Bagas hanya berdiri dengan pikiran bercabang. Kekalutan terpancar dari sorot matanya, saat perkataan Rachel kembali terngiang di telinga. 'Lo buang di dalem berkali-kali, Lingga.' Kepalanya seketika berdenyut. Membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi ke depannya. "Sial!" Umpatan itu entah ditujukan untuk siapa dan apa. Yang jelas saat ini yang ada di pikiran Bagas untuk segera mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk itu. Menarik dalam-dalam napasnya, kakinya melangkah dengan mantap. Bagas memasuki apotek yang cukup ramai pembeli itu. Di dalam sana Bagas disambut dengan ramah, kemudian apoteker pria seusia di atasnya bertanya, "Mau cari apa, Mas?" Bagas menelan ludah, mulutnya terasa kaku untuk

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴¹—Gara-gara mabok!

    Langit mendung serta hujan tipis menjadi pemandangan pagi ini. Di tempat tidur Bagas masih bergelung dengan selimut tanpa mengenakan apa pun. Sementara di sisi pemuda itu kosong, tetapi masih ada bekas jejak seseorang yang semalam tidur bersamanya. Semalam Bagas yang mabuk berat hingga berhalusinasi, bercinta habis-habisan dengan Rachel yang dianggapnya sebagai Vanila. Kendati gadis itu telah berulang kali mengingatkan, menampar, membentak bahkan memukul, Bagas tetap saja tidak sadar. Entah bagaimana reaksinya setelah ini saat tahu jika yang dia ajak bercinta bukanlah Vanila melainkan Rachel. Pemuda itu menggeliat, dengan mata masih terpejam tangannya meraba-raba sisi kanan—mencari keberadaan seseorang yang semalam dia cumbu. Namun, kosong. Bagas sontak membuka mata, dan menoleh, "Van?" Kepalanya yang masih terasa agak berat karena sisa-sisa efek mabuk membuat Bagas menyentuh keningnya seraya mendesis. "Ssst... Bangke, sakit banget kepala gue." Perlahan Bagas bangkit

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁰—Berhalusinasi~

    Dua botol bir yang dipesan oleh Bagas sudah kosong hampir tak bersisa. Dan pemuda itu nampaknya mulai mabuk. Terlihat dari kedua matanya yang sayu dan tidak fokus serta wajahnya yang memerah mirip kepiting rebus. Rambutnya sedikit acak-acakan. Namun, tidak mengurangi ketampanan Bagas sedikit pun. Bibirnya sejak tadi tak berhenti meracau, mengumpat dan memaki Rachel, yang sudah mempermainkannya. Waktu pun terus berjalan, dan malam semakin larut. Kafe sebentar lagi akan tutup, dan seorang waiters masuk untuk memberi tahu Bagas secara halus supaya segera pergi. Diberitahu bahwa kafe akan segera tutup, Bagas mengangguk mengerti, dan langsung merogoh saku di belakang celananya untuk mengambil dompet. Dikeluarkannya sepuluh lembar uang warna merah dari dompet, lalu meletakkannya begitu saja di atas meja. Uang dari Bagas diterima oleh waiters yang sebelumnya melayani, kemudian dia membantu Bagas yang sudah setengah mabuk berdiri. Bagas diantar sampai pintu keluar kafe yang rup

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab³⁹—Melepas penat~

    "Maksud lo?" Manik Bagas menatap tajam Rachel yang sepertinya sengaja ingin mempermainkannya. "Kalo ngomong yang jelas." Ponsel di tangan dia letakkan begitu saja di atas kasur, bahkan membiarkan video yang sempat ditontonnya tadi terus berputar. Kemudian Bagas menurunkan kedua tungkainya

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab³⁸—Masalah yang disengaja~

    Bagas ke balkon kamar saat langit sudah menggelap sepenuhnya. Dia lantas menghubungi seseorang yang mungkin sedang menunggu kedatangannya. Vanila. Nama itu terus dipikirkan Bagas seharian ini lantaran dia merasa bersalah. Pada akhirnya dia tidak menepati janji. Dan ini untuk pertama kalinya Baga

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab³⁷—Tak bisa membantah~

    Harusnya Bagas sudah menduganya dari awal jika semua ini tidak akan berakhir dengan mudah. Mengingat, Rachel memiliki sifat keras kepala dan pantang menyerah. Terlebih lagi, putri Roy Darmawan itu sangat cerdik dan cukup licik, apabila menyangkut soal Bagas. Baru kali ini Bagas bertemu dengan gad

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab³⁶—Diakalin anak tiri~

    Matahari mulai meninggi, dan sinarnya menyusup ke celah-celah jendela kamar bernuansa maskulin itu. Di ranjang ukuran king size itu dua insan manusia masih bergelung dengan selimut, saling memeluk satu sama lain. Bagas dan Rachel terlihat begitu nyenyak hingga enggan beranjak meski matahari di lua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status