Tak ada angin, tak ada hujan.Yang ada hanya suara berisik Bhargava sepanjang perjalanan menuju kediaman orang tua Kayla.Entah apa yang membuat Pak Sultan tiba-tiba pulang ke Solo padahal sebelumnya dia bilang sedang banyak pekerjaan.Namun kali ini Kayla memilih tidak mau terlalu banyak berpikir.Yang penting—ayahnya pulang ke rumah. Itu saja sudah cukup membuatnya senang.“Kamu nggak mampir dulu, Bee?” tanya Kayla begitu mobil berhenti di halaman luas rumahnya.Bhargava bukannya langsung menjawab, pria itu malah menarik Kayla ke dalam pelukannya.“Aku masih ada kerjaan, jadi nggak bisa mampir,” ujarnya. “Maaf ya, Hon.”“Hari libur masih kerja?”“Si Agung tuh cerewet banget, Hon,” keluh Bhargava. “Suka ngasih email buat aku periksa.”“Justru Agung nggak sih yang harusnya ngomelin kamu, Bee? Gara-gara kamu malas ke luar kota, dia yang jadi berangkat.”“Gaji sama bonus dia gede, Hon.” Bhargava tak terima sang kekasih lebih membela sekretarisnya. “Biarin aja dia di luar kota.”Kayla la
Read more