Jingga turun dari mobil dengan langkah pelan. Tangannya refleks menahan perutnya, meski masih rata. Entah kenapa, sejak tahu ada dua kehidupan kecil di dalam sana, setiap gerakannya jadi lebih hati-hati.Hari ini dia datang ke kampus untuk mengurus jadwal sidang skripsinya yang akhirnya sudah ditentukan.“Jangan lama-lama, ya, Jin,” pesan Dante sebelum menurunkannya.“Iya, siap, Kak,” balas Jingga penuh semangat.Kini, dia sudah berdiri di depan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Suasana kampus masih ramai, penuh mahasiswa, dan… penuh resiko jika sampai ada yang tahu statusnya dengan Sagara.Jingga menarik napas dalam, lalu melangkah masuk. Namun, langkahnya terhenti saat sampai di depan ruang sekretariat.Di sana, berdiri seorang dosen baru di fakultasnya.Fanya.Aroma parfum yang menyengat langsung tercium, membuat perut Jingga terasa tidak nyaman. Seperti saat berada di kantin tempo hari.Dia refleks menahan nafas sejenak.Fanya sedang berbicara dengan salah satu staf sekretariat.
Read more