공유

BAB 30

작가: Syifa Safaah
last update 게시일: 2026-02-02 19:00:25

"Megan?" Ranira pun membalikan badan, namun matanya langsung membulat lebar begitu Megan tak terlihat di sekitarnya.

"Megan? Kau di mana? Megaan!" teriak Ranira memanggil.

Mengedarkan pandangannya sambil berjalan berbalik arah mencari Megan dan memanggil nama pelayan itu, usaha Ranira tetap saja nihil.

Megan sudah pergi secara diam-diam. Tanpa sepengetahuannya.

"Jadi dia sengaja meninggalkanku di sini? Jangan-

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Gadis Kesayangan Tuan Mafia   BAB 97

    Menanggapi itu, Jessica langsung berdecih meludah ke sampingnya. Ia tak ingin membuat James besar kepala dan menganggapnya menikmati tautan bibir mereka.Meskipun sebenarnya, Jessica memang merasakan sedikit gelenyar aneh yang menjalar di tubuhnya ketika James menjamah bibirnya tadi.Tetapi Jessica tidak ingin menunjukan itu."Jangan mimpi! Salah besar jika kau berpikir aku menikmati sentuhanmu. Aku muak padamu! Aku membencimu!" tegas Jessica."Benarkah?" James memicingkan mata.Jessica terdiam dengan mengatur napasnya. Ia tidak mengangguk, tidak juga menggeleng. Tatapan James begitu lekat menatapnya, seolah lelaki itu ingin menyelami apa yang ada dalam pikirannya."Kau seorang putra dari keluarga terhormat. Bisakah kau berperilaku lebih manusiawi? Kau sudah menghancurkan kehormatan seorang wanita, lalu mengganggu ketenangannya. Tanpa rasa bersalah sedikitpun, kau bahkan tak meminta maaf. Sikapmu betul-betul tidak mencerminkan derajatmu." akhirnya Jessica bangkit berdiri, ia bisa turu

  • Gadis Kesayangan Tuan Mafia   BAB 96

    Pulang menuju rumahnya, Jessica menggerutu sepanjang jalan. Ia tidak habis pikir dengan Alden. Lelaki kaya itu membuatnya jengah dan sebal."Mungkin dia pikir karena aku ini wanita miskin dan dia bisa memanfaatkanku. Tidak! Aku paham apa yang ada dalam pikiran lelaki pembual seperti dia. Yang ada di dalam otaknya hanya bagian dalam paha wanita!" gerutu Jessica sembari terus melangkahkan kakinya, menyusuri gang kecil yang menyambung menuju ke kontrakannya.Fisiknya sangat lelah. Sejak tadi pagi, entah berapa kali Jessica menahan mual. Jessica menunduk, mengelus perutnya yang masih datar.Sekarang Jessica sudah bisa menerima kehamilannya. Bahkan Jessica menyesal mengapa dulu ia sempat ingin menggugurkan kandungannya."Mama tahu kau pasti lelah. Maaf ya, seharusnya dalam kondisi hamil muda seperti ini Mama tidak terlalu keras bekerja. Tetapi Mama perlu bekerja untuk dapat uang," ucap Jessica pada bayi yang ada dalam rahimnya.Sampai langkahnya terhenti di depan pintu kontrakannya. Jessic

  • Gadis Kesayangan Tuan Mafia   BAB 95

    Namun saat mulutnya terbuka dan benar-benar nyaris menelan semua obat itu, tiba-tiba Jessica langsung memuntahkannya ke lantai dan mengurungkan niatnya."Tidak! Aku tidak bisa melakukan ini! Tidak bisa!" isaknya, lalu menangis dan berbaring miring di atas ranjangnya.Jemarinya meremas bantal dengan kuat, ingin sekali Jessica menjerit marah.Mengapa hati kecilnya melarangnya melakukan itu? Mengapa hati kecilnya tak mengizinkanna melenyapkan bayi milik James yang sedang dikandungnya?***"Tuan Alden! Anda membeli sebuah bunga?" Nando—sekretaris Alden bertanya pada Alden ketika bossnya itu menghentikan mobil di toko bunga, lalu membeli buket bunga mawar berukuran sedang dari sana.Masih berdiri di dalam toko itu, Alden mendekatkan bunga ke hidungnya, aroma wangi dari bunga mawar itu langsung membelai indera penciumannya.Alden tersenyum menatap bunga di tangannya. Senyum itu membuat Nando semakin bingung. Pasalnya, ia seperti tak mengenal sosok Alden yang saat ini berdiri di hadapannya.

  • Gadis Kesayangan Tuan Mafia   BAB 94

    Seketika Jessica mematung di tempatnya. Ia berpikir, setiap kali melewati gang yang tak jauh di depannya itu, Jessica memang seringkali melihat ada beberapa lelaki yang sedang mabuk dan berjudi. Kini, Jessica jadi takut dan gamang jika harus melanjutkan langkah kakinya.Ketika melihat Jessica tak bergerak atau pun bereaksi, James akhirnya mulai kembali menyalakan mesin mobilnya. Bermaksud untuk meninggalkan Jessica saja. Gadis ini terlihat sedang berpikir seperti siput saja. Lambat sekali menurut James.Tapi, ketika mesin mobil James benar-benar menyala. Pintu mobil depannya juga sudah ditutup. Jessica mulai membuka mulutnya dan segera bergerak untuk menghadang mobil James yang sudah kembali pada posisi yang benar.“James, Tunggu!” teriak Jessica.Sontak saja James menghentikan mobilnya. Diam-diam di dalam mobil, sudut bibirnya terangkat.Jessica mengetuk kaca mobil, dan James menurunkannya.“James. Enghh ... boleh aku menumpang padamu?” tanya Jessica dengan wajah malu dan takut.Jame

  • Gadis Kesayangan Tuan Mafia   BAB 93

    "Hei! Buka matamu! Aku mohon, Tuan! Sadarlah!" Jessica menepuk-nepuk kedua pipi Alden untuk menyadarkannya."Lebih baik segera bawa saja dia ke rumah sakit!" salah satu orang yang ikut berkerumun di sana memberi saran.Jessica mengangguk, membiarkan orang-orang itu membawa Alden masuk ke dalam mobil bagian belakang. Jessica dipaksa ikut ke mobil dan ia duduk dengan menaruh kepala Alden di atas pangkuannya.Padahal seharusnya Jessica sudah tiba di tempat kerjanya. Tetapi dengan terpaksa Jessica menghubungi atasannya dan meminta izin kalau ia akan sangat terlambat masuk kerja. Awalnya Jessica mendapat omelan dari atasannya. Tetapi syukurlah atasannya masih berbaik hati dengan tidak memecatnya.Mungkin karena selama ini Jessica selalu bekerja dengan baik tanpa mengambil cuti satu kalipun.Sepanjang jalan menuju rumah sakit, sesekali Jessica menunduk memperhatikan wajah tampan yang berada sangat dekat dengannya. Kedua alisnya saling bertaut saat benaknya memikirkan sesuatu.Setelah diperi

  • Gadis Kesayangan Tuan Mafia   BAB 92

    Bukan hanya saat kakek dan ibu kandungnya meninggal, tapi juga karena desakan para anggota klan mafia yang dipimpin Evans terus mendesaknya untuk ikut bergabung dengan mereka.Jika bukan karena Ranira, mereka pasti tak segan mencelakai James karena dianggap berkhianat pada klan mereka."Tapi aku tidak dibutuhkan di sana, Nek. Kalian mulai saja acaranya tanpa aku," kata James dengan wajah biasa saja saat mengatakan itu. Tapi jauh dalam hatinya, jelas James tidak sedang baik-baik saja.Dan Ranira selalu marah setiap kali James mengatakan itu.“Kau jangan bicara begitu! Pokoknya kau harus datang ke sini! Kalau kau berkeras tidak mau datang, Nenek pastikan, kau tidak akan pernah melihat wajah nenek lagi besok pagi!' kata Ranira sebelum mengakhiri sambungan telponnya.James berdecak mendengar itu. Ranira mengancamnya dan James tahu kalau Neneknya itu tidak pernah bermainmain dengan perkataannya.Maka mau tidak mau, James harus datang ke sana. Karena ia tidak ingin kehilangan Ranira yang sa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status