Freya sejatinya tidak ingin Aryan mengantarnya sampai depan gedung kantornya. Maunya dia tetap turun agak jauh seperti biasanya saja supaya kehadirannya tidak mencuri atensi berlebihan.Namun, Aryan bilang, inilah saatnya mulai terang-terangan menunjukkan kedekatan mereka. Freya harus percaya diri memamerkan sosok orang ketiga yang nyatanya bukan pria sembarangan.“Lebih bagus lagi kalau aku ikutan keluar dari mobil, terus kamu tiba-tiba cium pipiku. Setelahnya, kamu langsung jalan cepet masuk ke kantor, ninggalin aku yang senyum-senyum salting kayak orang jatuh cinta pada umumnya.”Aryan semangat sekali membicarakan skenario pasaran yang cuma ditanggapi Freya dengan decakan sinis.“Ngapain juga kita akting mesra-mesraan kalau yang mergokin bukan Juan? Percuma,” gumam Freya.“Oh, gampang,” sahut Aryan tanpa pikir panjang. “Kita bisa atur supaya seolah-olah ada orang yang kebetulan lihat dan akhirnya nyebarin foto atau video sayang-sayangan kita berdua di media sosial.”“Jadi, cepat at
더 보기