Freya tampak serius membaca artikel yang ditulis Wina secara keseluruhan. Kilat saja, tak sampai lima menit, tapi sudah lebih dari cukup untuk membuat si reporter gugup setengah mati.“Kamu nulisnya berapa lama, Na? Mulai dari bikin transkrip sampai jadi artikel yang cuma 300 kata lebih dikit ini.”Wina diam menelan ludah. Pertanyaan Freya sungguh membuatnya takut, terlebih sang editor bicara sambil memblok beberapa kalimat dengan begitu cepatnya.“Hampir 2,5 jam.”Suara Wina pelan sekali, nyaris tidak terdengar oleh Freya meski duduk mereka bersebelahan persis.“Lama juga, ya, ternyata,” gumam Freya memblok satu paragraf penuh di bagian tengah. “Tapi ini lumayan banget, kok. Cuma perlu dipoles sedikit, Na.”Wina bingung apakah dirinya baru saja dipuji atau justru sebaliknya. Pasalnya, jika benar artikelnya sudah lumayan, kenapa bagian yang diblok Freya lebih dari separuhnya?Freya tersenyum melihat raut gugup Wina. “Sebagai orang yang baru pertama kali garap isu sensitif ini, kamu la
Read more