Persiapan pernikahan pun tiba. Sebuah vila dipilih Ardan tempat yang tenang, hangat, jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Kemuning hanya menginginkan akad sederhana, tanpa pesta berlebihan. Ardan menuruti keinginannya, meski dalam kesederhanaan itu ia tetap memastikan semuanya tertata sempurna.Hari itu berjalan khidmat. Akad dilangsungkan dengan lancar, hanya dihadiri keluarga dan sahabat terdekat. Tak ada gemerlap lampu atau denting musik meriah, hanya doa-doa yang mengalun tulus mengiringi ijab kabul yang terucap mantap dari bibir Ardan. Kemuning menunduk haru, air matanya jatuh bukan lagi karena luka, melainkan bahagia."Alhamdulillah, sekarang kamu adalah istriku. Bidadari surgaku," ucap Ardan, menyambut kedatangan Kemuning. Gaun pengantin yang indah meski tertutup namun, sorot mata teduh itu adalah bukti bagaimana pemilik wajah tersembunyi itu. "Alhamdulillah, terima kasih mas. Terima kamu sudah menerima perempuan seperti aku, aku banyak kekurangannya tapi, kamu menutup kekurangan i
Last Updated : 2026-02-12 Read more