Cahaya matahari masuk melalui jendela, menyinari ruang makan yang sederhana, namun penuh kehangatan yang sempat lama hilang. Arka duduk di kursinya, sibuk dengan sarapan, sementara Ardan berdiri di dapur, mencoba, dengan usaha yang terlihat jelas menyiapkan sesuatu.Kemuning bersandar di dekat pintu, memperhatikan dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.“Mas…," panggilnya pelan.Ardan menoleh cepat. “Iya? Tunggu, ini hampir jadi.”Kemuning mengernyit. “Mas lagi ngapain?”“Membuktikan kalau aku suami yang bisa diandalkan,” jawab Ardan percaya diri.Beberapa detik kemudian, aroma yang sedikit aneh tercium.Arka mengangkat kepala. “Ayah, itu bau apa?”Ardan terdiam sebentar, lalu tersenyum kaku. “Itu, aroma perjuangan.”Kemuning menahan tawa, tapi tetap lolos juga dari bibirnya. “Mas, itu gosong.”“Enggak, ini, setengah matang dengan sentuhan karakter,” bela Ardan.Arka langsung turun dari kursinya, menghampiri. “Ayah, Arka bantu ya. Nanti makin gosong.”Ardan menatap anak itu, lalu terta
Last Updated : 2026-03-27 Read more