Telepon genggam di tangan Tharie bergetar pelan, diikuti suara dering yang sudah sangat familiar di telinganya. Tanpa melihat layar, gadis itu langsung mengangkat panggilan tersebut sembari menuruni anak tangga rumahnya dengan langkah malas.“Gimana, Thar, kamu mau ikut nggak?” tanya Aca dari seberang telepon. Suaranya terdengar ceria, khas sahabat yang sudah menyiapkan rencana menyenangkan sejak jauh-jauh hari.“Ikut dong, Ca. Nggak mungkin kalau aku nggak ikut,” jawab Tharie ringan. Tangannya berpegangan pada pagar tangga, sementara langkahnya turun satu per satu dengan tempo santai, seolah tidak ada hal mendesak yang harus ia lakukan hari ini.“Oke, nanti aku jemput kamu jam sepuluh ya.”“Sip.”“Inget, jam sepuluh kamu harus udah siap. Jangan sampai aku sampai sana tapi kamu belum siap-siap dan buat aku harus nungguin kamu.”Tharie mendengkus kecil, lalu menyeringai. “Iya, iya. Bawel banget sih jadi orang. Maka aku aja nggak b
Last Updated : 2026-01-17 Read more