"Apa keputusan kamu udah bulat, Lang?" tanya Hanung, ayah angkatnya, saat mereka berdiri di depan rumah. Kedua tangan Hanung menyelipkan dirinya di saku celana, sementara tatapannya penuh perhatian. Tidak ada nada memaksa, hanya harapan agar Gilang benar-benar yakin dengan jalan yang ia pilih."Iya, Pah," jawab Gilang mantap, meskipun ada keraguan yang menggelayuti pikirannya.Hanung menatap putra angkatnya dengan lembut. "Ya sudah kalau itu keputusan kamu. Tapi harus kamu ingat di mana pun kamu, kamu harus ingat kalau kamu masih punya Papah, Aditya, dan Intan. Kami akan selalu ada kapanpun kamu membutuhkannya kami." Suaranya sedikit bergetar, tetapi ia berusaha untuk tetap tegar, seakan ingin meyakinkan Gilang bahwa ia tidak sendirian.Gilang mengangguk pelan, menatap ayah angkatnya dengan penuh rasa terima kasih. "Iya, Pah," jawabnya dengan nada berat. Meskipun ia tahu bahwa mereka akan selalu ada untuknya, namun ada perasaan kesepian yang menggigit hati. Ia sudah terbiasa hidup den
最終更新日 : 2026-01-09 続きを読む