“Ke mana, Thar? Please jangan lakuin hal aneh-aneh lagi. Aku nggak mau kamu kenapa-napa," ucap Aca dengan raut wajah khawatir.Tharie tersenyum tipis. “Kamu tenang aja, Ca,” ucap Tharie berusaha terdengar santai, meski sebenarnya pikirannya sedang tidak benar-benar tenang. “Aku cuma mau ke toko buku. Cari bacaan baru. Aku udah bosen sama novel-novel di rumah.”Aca menatapnya dengan raut wajah yang tidak sepenuhnya yakin. “Kenapa nggak baca online aja, sih? Sekarang banyak banget, loh, novel bagus di platform online,” usulnya. Tharie menggeleng pelan. “Nggak ah. Aku nggak suka baca novel online,” jawabnya jujur. “Rasanya beda. Aku lebih suka buku fisik. Bisa aku pegang, aku tandain halamannya, aku cium bau kertasnya juga.”Aca menghela napas kecil. Ia tahu, jika Tharie sudah memutuskan sesuatu, akan sulit mengubahnya. “Ya udah deh, terserah kamu aja,” ucapnya akhirnya. “Tapi ingat, kalau kamu butuh teman buat cerita, telepon aku aja. Aku bakal selalu ada buat kamu.”Tharie mengangguk
Last Updated : 2026-01-15 Read more