Tharie bereaksi dengan cepat. Begitu matanya bertemu dengan mata Aca yang membulat penuh keterkejutan, tubuhnya langsung bergerak. Ia bisa bangun dengan mudah karena pada saat yang sama, cengkeraman Gilang mengendur. Tatapan Gilang yang semula tertuju padanya kini beralih pada Aca, dan dalam sepersekian detik itu, Tharie memanfaatkan kesempatan tersebut.Ia bangkit tergesa, menjauh selangkah, lalu dua langkah, seolah lantai di bawah kakinya mendadak panas.“Aca, ini nggak kayak yang kamu lihat,” ucap Tharie cepat, napasnya masih tersengal, suaranya bergetar oleh sisa panik.Sementara itu, Gilang bangkit menyusul. Gerakannya kontras dengan Tharie —pelan, santai, tanpa raut tergesa. Ia merapikan kausnya sedikit yang sedikit kusut. Setelah itu, ia berdiri tegak, seakan adegan barusan hanyalah insiden kecil yang tak layak dibesar-besarkan.Aca masih berdiri di tempatnya. Wajahnya pucat. Matanya bergantian menatap Tharie dan Gilang, seolah sedang berusaha memastikan apa yang baru saja ia
Last Updated : 2026-02-04 Read more