Jam istirahat siang datang dengan hiruk-pikuk khas kantin sekolah. Suara sendok beradu dengan piring, tawa siswa yang saling bersahutan, serta aroma makanan yang bercampur menjadi satu memenuhi udara. Tharie dan Aca sudah duduk di salah satu meja pojok kantin, masing-masing dengan piring di depan mereka.Aca tampak lahap menyantap baksonya, sementara Tharie lebih santai, sesekali mengaduk makanannya sambil mendengarkan ocehan sahabatnya itu.“Gila, Thar, aku sumpah kangen banget sama kamu kemarin,” kata Aca sambil mengunyah. “Rasanya duduk sendirian di kelas tuh kayak ada yang kurang. Biasanya kamu yang nemenin aku gibah.”Tharie terkekeh kecil. “Gibahmu juga nggak berkurang walaupun aku nggak ada.”“Kurang audiens yang tepat,” balas Aca cepat. “Kamu tuh partner paling pas.”Mereka tertawa ringan. Untuk sesaat, Tharie hampir lupa pada semua beban yang menyesaki kepalanya sejak kemarin, pertengkaran di rumah, sakit yang lebih banyak berasal dari batin, serta kehadiran Gilang yang tanpa
Last Updated : 2026-01-26 Read more