Acara jamuan makan itu berlangsung sampai sore. Ketika semua tamu pulang, Catherine nyaris tak mampu menyanggah tubuhnya sendiri. Dress yang dipakai sangat berat sedang korset ketat juga membuat jalan nafasnya terganggu. "Bisakah kita pulang sekarang, Frederick? Aku sangat lelah."Alis lord Hardy terangkat tinggi. "Kenapa tidak panggil sayang? Aku ini suamimu."Catherine tersenyum manis. Dalam hal begini, dia memang agak pemalu. "Baiklah. Tapi kalau keceplosan panggil nama, harap maklum, ya. Aku juga butuh waktu untuk terbiasa."Tanpa aba-aba, Frederick mengecup bibirnya yang ranum dan mengangkat Catherine ke dalam kereta ala bridal style. Lady Emma hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya. Sebagai wanita yang dibesarkan dalam etika kaku, dia nyaris murka. Tetapi ketika memikirkan bahwa sudah sangat terlambat menimang cucu bermarga Hardy, ditahan-tahanlah emosi ini. "Astaga, bagaimana kalau ada yang
Read more